Stres Dapat Meningkatkan Kolesterol

Stres Dapat Meningkatkan Kolesterol – Stres dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh serta meningkatkan resiko penyakit jantung. Mengapa terdapat hubungan antara stres dan kolestrol ? Orang yang mengalami stres akan menyebabkan timbulnya resiko yang tinggi terhadap terjadinya penyakit jantung, karena stres dapat membawa penyakit yang menjadi penyebab sakit jantung. Mulai dari tekanan darah yang menjadi tinggi, karena ketegangan emosi menjadi penyumbang terbesar bagi sakit jantung dan kolesterol.

Semua jenis stres memiliki efek yang tidak baik bagi sistem kardiovaskular.

Stres Dapat Meningkatkan Kolesterol

Stres Dapat Meningkatkan KolesterolSetiap orang menghadapi stres dengan cara yang berbeda beda. Ada yang menghadapi stres yang tinggi tanpa terkena efek buruknya, namun yang lainnya mungkin saja terkena dampak fisik maupun emosional akibat dari stres.

Ketika tubuh mengalami stres yang terjadi adalah, tubuh akan melepaskan hormon tertentu yang menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat, dan menyebabkan tingkat kolesterol yang tidak normal. Hormon yang berbahaya bagi kolesterol adalah hormon kortisol, dimana jika kadar hormon tersebut cukup tinggi dalam tubuh, maka akan dapat meningkatkan lemak pada perut, hal ini berpengaruh terhadap resiko peningkatan kolesterol LDL (Kolesterol Jahat), penurunan Kolesterol HDL (Kolesterol Baik), serta menyebabkan peningkatan resistensi terhadap insulin.

Stres dapat menurunkan Kolesterol HDL, dimana Kolesterol HDL berfungsi untuk melindungi kesehatan jantung, sehingga jika terjadi penurunan jenis kolesterol ini akan dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung. Hal ini seperti lingkaran setan jika tidak diperhatikan dengan baik. Karena tugas HDL adalah membersihkan kelebihan kolesterol, jika sering mengalami kondisi stres maka akan dapat mengurangi jumlah HDL dalam tubuh, sehingga Kolesterol HDL tidak dapat bekerja dengan efektif untuk melakukan tunggas pembersihan.

Peningkatan Oksidasi dan Peradangan Stres dapat menyebabkan meningkatnya kerusakan sel di seluruh tubuh Anda yang biasa dikenal sebagai kerusakan oksidatif serta dapat menimbulkan peradangan.
Stres oksidatif dapat mengubah pembuluh darah dan darah, meningkatkan kadar lemak tidak sehat, seperti kolesterol LDL. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Februari 2015 di Journal of Biomedical Optics melaporkan bahwa penumpukan plak di dinding arteri merupakan penyebab aterosklerosis, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.


Terima kasih sudah membaca artikel

Stres Dapat Meningkatkan Kolesterol

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply