Penyakit Autoimun

Penyakit Autoimun – Penyakit Autoimun adalah suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh salah beraksi dan menyebabkan sistem kekebalan tubuh tersebut berbalik menyerang tubuh.

Penyakit AutoimunSistem kekebalan tubuh adalah suatu sistem dalam tubuh yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi.

Pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh dapat mendeteksi organisme menular seperti bakteri atau virus, yang dianggap berbahaya dan ingin menyerang tubuh. Tapi pada beberapa orang, sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan normal, akibatnya adalah sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi, dimana jaringan tubuh yang sehat dianggap sebagai benda asing atau sesuatu yang merusak tubuh, dan sistem kekebalan tubuh berbalik merusak jaringan yang sehat tersebut. Hal ini dapat menimbulkan beberapa kondisi kesehatan, yang biasa dikenal dengan penyakit autoimun.

Penyakit Autoimun

Beberapa fakta tentang penyakit autoimun

Penyakit autoimun dapat menyerang siapa saja, terutama wanita dengan usia subur cenderung beresiko lebih tinggi terkena penyakit autoimun. Faktor genetik juga memegang peranan yang cukup besar bagi seseorang untuk terkena penyakit autoimun.

Berikut beberapa penyakit autoimun yang paling umum ditemukan adalah :

Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah jenis penyakit autoimun dimana kelenjar tiroid menjadi terlalu aktif. Biasanya gejala yang diderita oleh orang yang mengalami penyakit Graves adalah mengalami masalah tidur, mudah tersinggung, kehilangan berat badan secara tiba tiba, mata yang menonjol, peka terhadap panas, otot yang lemah, kondisi rambut rapuh, mengalami periode menstruasi yang singkat. Namun pada beberapa orang lainnya yang mengalami penyakit graves bisa saja tanpa gejala sama sekali. Pengobatan untuk mengobati penyakit Graves dapat menggunakan pil yodium radioaktif yang biasa digunakan untuk menghancurkan sel tiroid yang terlalu aktif, penggunaan pil ini dapat menyembuhkan kondisi penderita sampai dengan 90 persen hanya dalam satu dosis. Sisa sepuluh persen lagi disembuhkan pada dosis ke dua. Dan biasanya tindakan operasi diketahui hanya dilakukan pada sebagian kecil penderita.

Tiroiditis Hashimoto.

Peradangan kelenjar tiroid yang menyebabkan hipotiroidisme (yaitu kelenjar tiroid yang kurang aktif), tiroiditis Hashimoto terjadi saat sistem kekebalan menyerang kelenjar tiroid.
Tiroiditis Hashimoto biasanya tidak ada gejala, namun dapat menyebabkan gondok (pembesaran kelenjar tiroid, yang mungkin terlihat seperti tonjolan di leher), kelelahan, penambahan berat badan, depresi, kelemahan otot, sensitif terhadap dingin, rambut dan kulit menjadi kering serta sembelit. Belum ada pengobatan khusus bagi penyakit tiroiditis Hashimoto, namun bagi penderita hipotiroidisme dan gondok dapat diobati dengan terapi pemberian hormon tiroid pada tubuh, sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Lupus eritematosus sistemik (lupus).

Pada penyakit lupus, antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan berbalik menyerang tubuh, sehingga mengakibatkan pembengkakan dan kerusakan sendi dan organ, nyeri sendi, ruam, dan sensitif terhadap sinar matahari. Pengobatan Lupus dapat dilakukan dengan beberapa cara, hal ini bergantung pada seberapa parah kondisi penyakit, umumnya diberikan obat penghilang rasa sakit, obat anti inflamasi non steroid (NSAID), imunosupresan, kortikosteroid, dan perubahan gaya hidup seperti mengurangi stres, menghindari terkena paparan sinar matahari, menggunakan tabir surya, dan mengatur pola diet.

Diabetes tipe 1.

Pasien diabetes tipe 1 biasa di alami oleh usia kanak-kanak atau awal masa dewasa (pada usia 30), dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel di pankreas yang memproduksi insulin. Bila kadar insulin Anda tidak mencukupi, tubuh tidak dapat mengendalikan kadar glukosa, hal ini dapat menimbulkan beberapa penyakit seperti gagal ginjal, kehilangan penglihatan, masalah sirkulasi, stroke, dan penyakit jantung. Pengobatan diabetes tipe 1 dapat dilakukan dengan pemberian insulin, menjaga kestabilan gula darah, mengkonsumsi makanan yang sehat dan olahraga.

Multiple sclerosis.

Orang yang memiliki Multiple sclerosis dapat mengalami kelemahan seperti masalah dengan keseimbangan dan koordinasi, masalah berbicara dan berjalan, kelumpuhan, tremor. Ada beberapa metode pengobatan untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini seperti memperbaiki fungsi serta melakukan terapi jalan.

Radang sendi.

Radang sendi adalah radang yang ditimbulkan oleh automimunity tubuh, dimana sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang jaringan sendi pada tubuh, yang menyebabkan nyeri otot, kelainan bentuk sendi, kelelahan, kelemahan, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan. Pengobatan dapat dilakukan dengan mengobati gejala yang ditimbulkan seperti dengan mengurangi rasa sakit, mengurangi peradangan, memperlambat serta menghentikan kerusakan sendi dan memperbaiki fungsi sendi.

 

Penyakit autoimun dapat menyerang kapan saja, karena itu Anda perlu berkonsultasi dengan dokter, karena terkadang gejala yang ditimbulkan memerlukan tindakan medis yang cepat. Belum ada pengobatan untuk penyakit autoimun, biasanya pengobatan dilakukan terhadap gejala yang timbul, serta dibantu dengan mengubah pola hidup seperti melakukan diet sehat, olahraga, manajemen stres serta istirahat yang cukup.

 


Terima kasih sudah membaca artikel

Penyakit Autoimun

Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply