Mengapa Pria Mengalami Kebotakan ?

Mengapa Pria Mengalami Kebotakan ? –┬áBeberapa hal dapat menjadi penyebab atas kerontokan dan kebotakan pada rambut, mulai dari genetik samapai dengan faktor stress dalam tubuh.

Faktanya setiap hari Anda akan mengalami kerontokan rambut sebanyak 100 atau lebih rambut, tanpa Anda sadari atau rasakan.

Mengapa Pria Mengalami Kebotakan ?

Mengapa Pria Mengalami Kebotakan ?Pertumbuhan rambut pada kepala manusia memiliki beberapa fase, 6 tahun pertama merupakan fase pertumbuhan yang mencakup sekitar sembilan puluh persen dari total rambut keseluruhan dikepala Anda, sedangkan 10 persen lainnya berada dalam fase pertumbuhan yang sudah terhenti, biasanya berlangsung selama beberapa bulan, dan mendekati akhir dari fase tersebut, rambut akan rontok.

Sebagai satu proses siklus pertumbuhan, rambut baru akan tumbuh dengan menempati posisi rambut yang sudah rontok tersebut. Faktanya rambut yang normal akan tumbuh sekitar 1,2 centimeter setiap bulannya, seiring pertambahan usia, pertumbuhan rambut akan mengalami perlambatan.

Siklus yang alami ini dapat terganggu oleh beberapa faktor, sehingga dapat menyebabkan ketidakmampuan rambut untuk melakukan regenerasi, yang menyebabkan terjadinya kebotakan.

Faktor Yang dapat Menyebabkan Rambut Rontok

Tanda bahwa seseorang pria sudah mulai menua dapat dilihat dari intensitas kerontokan rambut. Faktanya adalah seperempat pria yang memasuki usia 30 tahun, bisanya mengalami kebotakan, sedangkan sisanya yang lain bisa jadi sudah botak atau sedang menuju proses kebotakan di usia 60 tahun. Beberapa faktor seperti kekurangan gizi, efek samping dari mengkonsumsi obat tertentu, genetika serta stres yang disebabkan oleh penyakit, merupakan penyebab utama terjadinya kerontokan.

Faktor Genetik

Sekitar 95 persen kerontokan rambut yang timbul pada pria disebabkan oleh androgenetic alopecia, yang merupakan gen pembawa kebotakan. Pria yang mengalami kebotakan biasanya cenderung memiliki pola kebotakan yang khas, yaitu garis rambut yang berkurang serta rambut yang menipis disekitar mahkota kepala, kemudian berpusat dan meluas disatu titik dikepala. Yang sering ditemui adalah pria dengan rambut yang tersisa pada lingkaran disekitar sisi sisi dan belakang kepala.

Pola kebotakan yang terjadi ini biasanya disebabkan oleh faktor genetik, mungkin diwariskan oleh pihak ibu maupun pewarisan gen dari pihak ayah.

Faktor genetik dapat menyebabkan folikel rambut menjadi sensitif terhadap dihidrotestosteron / DHT, yang merupakan produk sampingan dari hormon testosteron. Kesensitifan ini dapat menyebabkan folikel tumbuh lebih kecil dan memiliki masa hidup yang lebih pendek dari normalnya, dan diakhir fase, folikel jatuh dan meninggalkan bulu halus.

Telogen Effluvium.

Tahap berhentinya siklus pertumbuhan rambut dikenal sebagai Telogen. Effluvium Telogen terjadi karena adanya kejutan dalam sistem tubuh yang menyebabkan akar rambut menjadi berhenti bertumbuh. Efek yang di timbulkan setelah dua bulan adalah kerontokan rambut dalam jumlah sekitar 70 persen. Rambut yang rontok yang disebabkan oleh Effluvium Telogen ini akan kembali tumbuh setelah beberapa bulan. Beberapa faktor yang menyebabkan Effluvium Telogen :

  • Sakit berat yang disertai dengan demam tinggi atau infeksi berat.
  • Operasi besar / dari penyakit kronis,termasuk gangguan tiroid.
  • Penggunaan obat obat tertentu seperti, antikogulan, obat asam urat dan obat kemoterapi bagi penderita kanker.
  • Kurangnya konsumsi protein.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi vitamin A
  • Kadar besi dalam darah yang rendah

Alopecia Areata

Faktor ini sangat jarang ditemukan, karena kebotakan yang terjadi disebabkan oleh kelainan autoimun dimana antibodi dalam tubuh menyerang folikel rambut. Alopecia Areta memiliki karakteristik yang unik, yaitu rambut bisa rontok kapan saja, serta bisa kembali tumbuh kapanpun.

Alopesia Cicatricial

Salah satu penyebab yang juga langka terjadi adalah Alopesia Cicatricial, dimana kerontokan rambut terjadi akibat peradangan di sekitar folikel rambut. Gejala yang ditimbulkan adalah gatal atau sakit pada area tersebut. Berbeda dengan Alopecia areata, kerusakan yang ditimbulkan bersifat permanen dan menimbulkan bekas.

 


Terima kasih sudah membaca artikel

Mengapa Pria Mengalami Kebotakan ?

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply