Diare

Diare – Kondisi penyakit yang menyerang pencernaan ini hampir pernah dialami oleh semua orang, namun bagi anak anak kondisi demikian cukup berbahaya.

DiareSistem pencernaan tubuh manusia sangat sensitif terhadap perubahan gaya hidup serta pola makan yang diterapkan. Dengan Anda memasukkan zat zat asing kedalam tubuh baik secara sengaja ataupun tidak, seperti bakteri maupun virus, maka tubuh akan merespon dengan timbulnya beberapa masalah kesehatan yang berkaitan dengan pencernaan seperti muntah, kram pada perut serta diare.

Apa itu Diare ?

Diare merupakan kondisi dimana ingin selalu buang air besar tanpa bisa ditahan, dimana kotoran tinja yang dikeluarkan, berair dan tidak keras, dengan intensitas sering, biasanya minimal tiga kali dalam sehari. Pada beberapa orang gejalanya diikuti dengan sakit perut, mual, kram, gas penuh diperut serta kembung.

Berdasarkan lamanya terjadinya, diare terbagi atas 2 jenis yaitu :

Diare Akut

Diare berlangsung selama beberapa hari.

Diare Kronis

Diare dapat berlangsung selama beberapa minggu atau berbulan bulan, dan hal ini perlu ditangani serius, karena akan dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius.

 

Diare adalah umum terjadi dan bisa terkena oleh siapa saja. Apa yang menyebabkan tubuh terkena Diare ? Berikut beberapa penyebab yang dapat menimbulkan diare :

  • Infeksi virus, bakteri, atau parasit
  • Tubuh Bereaksi terhadap pengobatan
  • Gangguan usus
  • Alergi atau intoleransi terhadap makanan (seperti produk olahan susu)

Hal Yang Harus dilakukan Jika Terkena Diare ?

Beberapa obat diare yang ada di pasaran malah dapat membuat terganggunya sistem tubuh dalam mengobati diare. Biasanya hal yang dilakukan adalah tidak mengkonsumsi obat yang dapat menggangu sistem tubuh serta menunggu sistem pencernaan agar kembali normal,  dan melakukan hal berikut :

  • Minum banyak cairan (termasuk air, kaldu, jus buah, dan minuman olahraga)
  • Hindari makanan berlemak
  • Jauhi produk olahan susu
  • Hilangkan kafein
  • Jauhi makanan dan minuman bergula
  • Mengkonsumsi makanan yang tidak akan menggangu sistem pencernaan seperti nasi, kentang rebus, sup kaldu tanpa santan dan lainnya. Pastikan untuk menghindari makanan yang dapat memperparah kondisi diare.

Kapan Diare harus Diobati?

Biasanya kasus diare akut akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan, namun perlu diperhatikan untuk minum banyak cairan, karena diare dapat menyebabkan kondisi dehidrasi berat. Orang yang terkena diare kronis dapat berpotensi mengalami gizi buruk, karena tubuh tidak mampu menyerap nutrisi makanan dengan baik. Jika Diare Anda tidak sembuh dan kondisi tubuh melemah, pastikan untuk berkonsultasi ke Dokter dan lakukan pengecekan laboratorium terhadap tinja Anda, agar diketahui apakah terdapat virus, bakteri atau parasit. Sehingga dokter dapat memberikan penanganan yang tepat.

Khususnya untuk diare kronis yang berlangsung lebih dari dua minggu, perlu diperiksakan ke Dokter. Karena tubuh beresiko mengalami dehidrasi, pada diare kronis yang cukup parah, biasanya pasien perlu di infus untuk diberikan cairan dan nutrisi, sampai diare dapat terkendali.

Karena itu jika anak anak mengalami diare, tangani dengan segera dengan berkonsultasi ke Dokter anak, karena anak anak cenderung lebih cepat terkena dehidrasi dibandingkan orang dewasa. Tanda seseorang mengalami dehidrasi adalah, bibir dan mulut kering, kencing yang kurang, mata tampak cekung serta kelelahan.

Jika Anda mengalami diare yang berlangsung selama beberapa hari, terutama disertai dengan rasa sakit perut yang teramat sakit serta sering, demam dan dehidrasi, pastikan untuk berkonsultasi ke Dokter, untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

 


Terima kasih sudah membaca artikel

Diare

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply