Cara Mengatasi Rasa Sakit Akibat Miom

Cara Mengatasi Rasa Sakit Akibat Miom – Terkadang bagi beberapa wanita yang memiliki miom, masa menstruasi adalah masa yang cukup sulit dilalui, karena rasa sakit yang ditimbulkan lebih banyak dan sering, dan terkadang menimbulkan pendarahan yang berlebihan setiap bulannya.

Miom termasuk kategori tumor jinak, namun tidak boleh dianggap enteng, karena dampak yang ditimbulkan terkadang memberikan rasa ketidaknyamanan yang cukup hebat.

Efek Miom pada Menstruasi

Setiap bulan, rahim Anda akan mengalami siklus, yaitu terciptanya suatu lapisan dalam yang tebal pada saat terjadi kehamilan. Jika kehamilan tidak terjadi, tubuh Anda menumpahkan lapisan tersebut, proses ini dinamakan menstruasi. Apabila wanita memiliki miom pada dinding rahim, atau miom yang menonjol kearah rongga rahim, maka akan semakin tebal lapisan yang tercipta selama siklus menstruasi. Hal ini disebabkan oleh letak posisi dari miom, bukan disebabkan oleh ukuran.

Ukuran dari miom yang cukup besar dapat berpengaruh pada sensasi tekanan yang lebih kuat dibandingkan normal pada saat masa menstruasi, aliran darah akan menuju ke miom, kemudian miom akan memberikan tekanan lebih kepada lapisan rahim, hal inilah yang menjadi penyebab pendarahan yang keluar lebih banyak, serta rasa nyeri yang membuat tidak nyaman.

Selain rasa tidak nyaman yang ditimbulkan, miom dapat menyebabkan masa mensturasi yang lebih lama, serta terjadi pendarahan lebih sering. Karena pendarahan terjadi lebih sering, Anda akan kekurangan zat besi yang dapat menimbulkan penyakit anemia.

Cara Mengatasi Rasa Sakit Akibat Miom

Berikut beberapa pilihan pengobatan ditinjau dari jumlah pendarahan dan tingkatan rasa sakit yang dirasakan :

Pereda sakit.

Obat antiinflamasi non steroid, atau NSAID merupakan jenis obat pereda rasa sakit. Beberapa obat yang sering dikenal tersebut adalah ibuprofen (Motrin dan lainnya) dan produk kombinasi seperti Excedrin. Obat ini adalah zat penghambat prostaglandin, digunakan untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan dari kram tubuh, dimana rasa kram itu timbul dari tubuh yang melawan produksi zat kimia prostaglandin, prostaglandin sendiri merupakan zat yang diproduksi alami oleh rahim untuk proses kontraksi yang dimulai pada saat menstruasi.Selain itu juga perlu menambahkan suplemen penambah zat besi, untuk menstabilkan zat besi yang berkurang pada tubuh akibat pendarahan berlebihan.

Terapi hormon

Terapi hormon dapat membantu mengobati miom. Perubahan kadar homon esterogen, dapat bepengaruh pada tingkat pertumbuhan miom. Pada saat hormon estrogen tinggi, miom akan tumbuh dengan subur (seperti pada saat hamil), sedangkan pada saat tingkat hormon estrogen turun (seperti pada saat menopause), pertumbuhan miom akan terhenti bahkan menyusut.

Pil KB meskipun tidak mengurangi ukuran dari miom, sering digunakan untuk meminimalkan perdarahan dan kram berat. Selain itu terapi hormon lain yang dapat digunakan untuk mengkontrol perdarahan dan progesteron seperti dengan menginjeksi (Depo-Provera).

Obat lainnya yang berkaitan dengan pengendalian hormon adalah gonadotropin, dimana obat ini melepas hormon agonis seperti lupron, hal ini menyebabkan ukuran miom menjadi mengecil. Biasanya obat seperti ini diberikan sebelum operasi pengangkatan miom, hal ini dapat membantu agar operasi lebih mudah serta mengurangi resiko pendarahan. Sedangkan dalam kondisi normal, obat ini biasanya diberikan ketika Anda membutuhkan cukup istirahat akibat pendarahan berat yang terjadi, sehingga ada jeda waktu bagi tubuh untuk pulih dari anemia. Namun perlu diketahui bahwa cara kerja gonadotropin adalah dengan memanipulasi tubuh agar tubuh mengira Anda sedang mengalami masa menopause, efek samping yang ditimbulkan adalah terjadinya pengkroposan tulang, karena itu obat ini hanya diperbolehkan digunakan selama 6 bulan.

Terapi lainnya.

Beberapa wanita melakukan terapi alternatif menggunakan teknologi panas yang diarahkan ke bagian perut ataupun melakukan terapi akupuntur.

Karena itu, jjenis perawatan yang akan dipilih nantinya bergantung pada tingkat ketidaknyamanan terhadap rasa sakit yang ditimbulkan, ukuran , serta usia. Pilihan untuk menggunakan obat pereda nyeri biasanya dipilih oleh para wanita karena sang wanita memutuskan untuk menunggu dan tidak ingin melakukan operasi pengangkatan miom. Jika usia Anda masih muda, mungkin Anda perlu mempertimbangkan prosedur pengangkatan melalui operasi dan lainnya, karena miom tidak akan hilang jika hanya menggunakan obat. namun jika usia Anda mendekati masa menopause, maka obat obat pengendali hormon ataupun pereda nyeri dapat membuat Anda bertahan sampai memasuki masa menopause, sehingga seiring masa menopause, ukuran miom akan menyusut dengan sendirinya.

 


Terima kasih sudah membaca artikel

Cara Mengatasi Rasa Sakit Akibat Miom

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply